Kemarin mencari-cari info tentang perawatan pertama pada bayi yang baru lahir, apa saja yang harus diperhatikan dan dilakukan, terutama bagi kita sebagai pasangan yang baru akan menjadi ayah atau ibu dari seorang bayi, seperti Kami. Dapatlah artikelnya yang ingin kami bagi-bagi untuk pembaca semua. Memang sepertinya hal-hal dibawah ini adalah seringnya ditangani oleh ahlinya – dokter atau bidan, tetapi tidak salah kalau kita pun mengetahui seluk beluknya.
Perawatan Bayi Baru Lahir
Segera setelah bayi dilahirkan:
>> Letakkan kepala bayi lebih rendah dari badannya sehingga lendir dapat mengalir ke luar dari mulut dan tenggorokan bayi. Pertahankan keadaan ini sampai bayi mulai bernafas.
>> Letakkan bayi lebih rendah daripada ibu sampai tali pusat selesai diikat. (Dengan cara ini bayi akan memperoleh lebih banyak darah dan menjadi lebih kuat).
>> Jika bayi tidak segera mulai bernafas, gosoklah punggungnya dengan handuk atau kain.
>> Jika ia tetap tidak bernafas, bersihkan lendir dari hidung dan mulutnya dengan menggunakan balon pompa penghisap atau kain bersih yang dililitkan di sekeliling jari tangan anda.
>> Jika bayi ini tetap belum bernafas dalam waktu satu menit setelah lahir, lakukan segera pernafasan mulut ke mulut.
>> Balutlah bayi dengan sehelai kain yang bersih. Jangan membiarkan bayi tersebut kedinginan, terutama bayi yang lahir terlalu awal (bayi premature). Bungkuslah bayi agar hangat tetapi juga terhadap panas yang sangat. Bungkus sebagaimana anda rasakan jika menyelimuti diri sendiri
Cara memotong tali pusar:
Ketika bayi lahir, tali pusar tampak berdenyut, tebal dan biru. Tunggulah beberapa saat!
Setelah beberapa saat talu pusar menjadi tipis dan putih. Denyutan pada tali pusat berhenti. Sekarang ikatlah tali pusar ini pada dua tempat dengan pita, benang atau potongan kain yang bersih dan kering. Benang atau pita ini harus baru saja di setrika atau dipanaskan di dalam panggangan. Potonglah tali pusar di tengah, diantara kedua simpul benang. (atau bisa dilihat di link ini)
Memotong tali pusat harus dengan silet yang bersih dan belum pernah digunakan. Sebelum melepakan bungkusnya, basuhlah kedua tangan sampai benar-benar bersih. Atau bisa juga menggunakan gunting yang telah direbus. Tali pusat harus selalu dipotong dekat tubuh bayi. Tinggalkan puntungnya pada bayi sekitar 2 sentimeter.
Perawatan puntung tali pusar.
Cara penting untuk melindungi tali pusat yang baru dipotong terhadap infeksi ialah menjaga agar tali pusar tetap kering. Agar tali pusar tetap kering maka harus terkena udara. Apabila rumahnya bersih tidak ada lalat, puntung tali pusat tidak usah ditutup, biarkan saja terbuka kena udara. Bilamana rumah banyak terdapat debu dan lalat bungkuslah puntung tali pusat tersebut tipis-tipis (sebaiknya menggunakan kasa yang bebas kuman)
Membersihkan bayi Baru lahir:
Dengan memakai secarik kain yang hangat, lunak dan lembab, bersihkan setiap darah dan cairan dengan hati-hati.
Sebaiknya bayi tidak dimandikan sampai puntung tali pusatnya terlepas (biasanya sesudah 5-7 hari). Kemudian mandikan bayi setiap hari dengan air hangat dan memakai sabun bayi yang lunak.
Biarkan ibu segera menyusui Bayinya:
Segera setelah tali pusar dipotong, berikan bayi kepada ibunya untuk disusui. Bayi yang segera disusui oleh ibunya maka hal ini membantu mempercepat keluarnya uri dan dapat mencegah atau mengendalikan pendarahan yang hebat. (Seputar Menyusui lihat disini)
Mengeluarkan Uri (Placenta)
Secara normal uri akan leuar 5 menit sampai satu jam setelah bayi dilahirkan, tetapi adakalanya selama berjam-jam.
Memerika uri:
Setelah uri keluar, ambil dan periksalah apakah uri tersebut lengkap. Apabila uri tampak robek dan kelihatannya ada bagian-bagian yang hilang, mintalah segera bantuan dokter. Sepotong kecil uri yang tertinggal dalam rahim dapat menyebakan pendarahan yang terus menerus atau infeksi.
Mata:
Untuk melindungi mata bayi yaru lahir terhadap radang selaput mata (conjungtivitis) yang berbahaya, teteskan satu tetes perak nitrat 1 % atau berikan sedikit salep mata tetracycline pada setiap mata segera setelah bayi dilahirkan. Tindakan ini terutama sangat penting jika orangtuanya pernah memperlihatkan tanda-tanda gonorhea.
Kebersihan:
Perhatikan petunjuk-petujuk berikut ini:
- Gantikan popok bayi setiap kail basah atau buang air. Jika kulitnya tampak merah, tukarlah popoknya lebih sering — atau sebaliknya, jangan menggunakan popok sama sekali.
- Setelah tali pusar terlepas mandikan bayi setiap hari dengan sabun bayi dan air hangat.
- Jika ada lalat atau nyamuk, pasanglah kelambu bayi atau kain tipis pada tempat tidur bayi.
- Orang-orang yang menderita borok terbuka, demam, influenza, sakit tenggorokan atau sakit leher, TBC atau penyakit-penyakit infeksi lainnya tidak boleh menyentuh atau mendekati bayi.
- Letakkan bayi di tempat yang bersih, jauh dari asap dan debu.
Ketelitian dalam meberikan obat kepada bayi baru lahir
Banyak obat yang berbahaya bagi bayi yang baru lahir. Pergunakanlah obat yang anda yakin dianjurkan untuk bayi baru lahir dan berikan obat hanya jika benar-benar diperlukan. Anda harus yakin dan mengetahui takaran yang bernar dan jangan memberikan terlalu banyak. Chloram-phenicol terutama berbahaya bagi bayi baru lahir… dan lebih berbahaya lagi bagi bayi yang lahir sebelum cukup bulan atau yang berat badannya kurang dari 2 kilogram.
Sumber: Apa yang Anda Kerjakan Bila tidak Ada Dokter, karangan David Werner, Carol Thuman dan Jane MAxwell.







Terimakasih banyak kawan, saya lagi nyari dan butuh cara-cara merawat bayi yang baik dan benar.. salam kenal ya
@ pengantin adat Indonesia.