“Sangat jarang kita kedatangn kesempatan luar biasa untuk membantu orang lain, tetapi kita menemukan yang kecil-kecil setiap hari”. Sally Koch
Semua orang sudah ditakdirkan memiliki sesuatu yang bisa diberikan kepada orang lain (sedekah), dari mulai senyuman, barang atau jasa, meskipun harus diakui bahwa tidak ada satu orang pun yang bisa memberi apa saja yang diminta oran lain. Karena itu, urusan memberi atau tidak memberi, lebih banyak berkaitan dengan masalah filsafat hidup yang kita pedomani, ketimbang kaitannya dengan mempunyai atau tidak mempunyai.

Dalam hal ini kita bisa temukan bahwa filsafat hidup yang dipedomani orang itu antara lain bisa dijelaskan sebagai berikut:
- Ada orang yang memedomani filsafat hidup dengan mengambil, menghisap, mencuri dan seterusnya.
- Ada orang yang memedomani filsafat hidup menerima, menunggu diberi, mendapatkan dan seterusnya.
- Ada orang yang memedomani filsafat hidup memberi, melayani, membantu dan seterusnya.
Apapun filsafat hidup yang kita pedomani, semuanya adalah pilihan kita, bukan pilihan siapapun. Filsafat hidup yang paling bagus adalah filsafat hidup memberi, membantu atau melayani, apapun bentuknya. Memberi adalah jalan untuk diberi yang lebih banyak. Abraham Lincoln menyimpulkan bahwa di dunia ini tidak ada orang yang mulia selain karena dirinya memberi. Nabi Muhammad saw berpesan bahwa tangan diatas akan selamanya lebih baik dari tangan yang dibawah. Temuan psikologi mengatakan bahwa orang yang memberi jauh lebih bahagia dibanding dengan orang yang diberi.
Sumber: Buku Bunga Rampai Pandangan Hidup, Motivasi dan Refleksi Harian, Edisi Inggris Indonesia.
Foto: www.quotexite.com






